
| Beranda |
| Selamat Datang |
| Yurisdiksi PA Tanjungpandan |
| Sejarah Pengadilan Agama Tanjungpandan |
| Visi dan Misi |
| Biodata & Profil Pegawai |
| Galeri Foto |
| Link |
| Buku Tamu |
| Artikel dan Makalah |
| Peraturan Perundang-undangan |
| Pengumuman |
| DIPA |
| Realisasi Anggaran |
| Laporan Keuangan Perkara |
| Panjar Biaya Perkara |
| Informasi Perkara |
| Jadwal Sidang |
| Panggilan Sidang |
| Publikasi Putusan |
| Struktur Organisasi |
| SOP Kepegawaian |
| SOP Keuangan |
| SOP Umum |
| SOP Kepaniteraan |
| Barang Milik Negara |
| Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa |
| Sistem Kekerabatan Menurut Alqur'an dan Implikasinya terhadap Sistem Kewarisan |
|
|
|
| Dimuat Oleh bambang yunono | |
| Kamis, 20 Januari 2011 | |
|
SISTEM KEKERABATAN MENURUT AL QURAN DAN IMPILIKASINYA TERHADAP SISTEM KEWARISAN (Tinjauan Perspektif Ayat‐ayat Ahkam) Oleh : AL FITRI JOHAR, S.Ag., S.H., M.H.I
A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Sejarah tidak pernah mengenal adanya agama atau sistem yang membicarakan keberadaan karib (dzil qurba) yang lebih mulia daripada Islam. Sungguh Islam telah menegaskan wasiat (pesan penting) terhadap karib kerabat dan meletakkan wasiat itu setelah wasiat untuk bertauhid kepada Allah dan beribadah kepada‐Nya. Islam juga menjadikan berbuat baik kepada karib kerabat itu termasuk sendi‐sendi kemuliaan,sebagaimana telah menjadikan hak karib kerabat untuk mendapatkan hak milik, karena ia adalah orag yang paling dekat dengan kita. Inilah yang ditegaskan oleh Al Qur'an dengan cara diulang‐ulang lebih dari satu ayat dalam beberapa surat agar benar‐benar difahami oleh kita sebagai anak cucu Adam. selengkapnya klik disini |
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 20 Januari 2011 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
"Letakkanlah dasar-dasar yang kokoh, tata kerja yang baik, agar penyakit-penyakit atau kelemahan-kelemahan pengadilan yang sudah lama ada tidak hinggap di lingkungan kerja saudara. Menjadilah saudara-saudara pelopor pembaharuan peradilan" Pesan Ketua Mahkamah Agung RI Bagir Manan, saat meresmikan berdirinya Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung, 11 April 2006 |
