
| Beranda |
| Selamat Datang |
| Yurisdiksi PA Tanjungpandan |
| Sejarah Pengadilan Agama Tanjungpandan |
| Visi dan Misi |
| Biodata & Profil Pegawai |
| Galeri Foto |
| Link |
| Buku Tamu |
| Artikel dan Makalah |
| Peraturan Perundang-undangan |
| Pengumuman |
| DIPA |
| Realisasi Anggaran |
| Laporan Keuangan Perkara |
| Panjar Biaya Perkara |
| Informasi Perkara |
| Jadwal Sidang |
| Panggilan Sidang |
| Publikasi Putusan |
| Struktur Organisasi |
| SOP Kepegawaian |
| SOP Keuangan |
| SOP Umum |
| SOP Kepaniteraan |
| Barang Milik Negara |
| Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa |
| Rencana Seminar Akses terhadap Pengadilan Agama |
|
|
|
| Dimuat Oleh SU 70 KO | |
| Selasa, 31 Agustus 2010 | |
Akses terhadap Pengadilan Agama akan DiseminarkanWard Berenschot (tengah) dan Dewi Novirianti dari Van Vollenhoven Institute mengunjungi Dirjen Badilag membicarakan rencana seminar.Jakarta | badilag.net Aksesibiltas Pengadilan Agama dianggap memiliki posisi penting dalam upaya mencapai keadilan gender di Indonesia. Hal ini mengingat PA merupakan salah satu tempat bagi perempuan untuk mengakses keadilan khususnya dalam konteks perkawinan dan perceraian. Terlebih jika dilihat jumlah perempuan yang dua kali lipat dari laki-laki dalam mengajukan perkara di PA. Akses terhadap Pengadilan Agama ini ternyata banyak menarik perhatian pihak luar. Salah satunya adalah Van Vollenhoven Institute (VVI), Universiteit Leiden, yang sedang menggarap proyek Access to Justice in Indonesia. VVI berencana mengadakan seminar tentang akses terhadap Pengadilan Agama akhir Oktober mendatang. Rencana itu disampaikan oleh Project Manager VVI, Ward Berenschot, yang mengunjungi Dirjen Badilag di ruang kerjanya pagi ini (31/8/2010). “Seminar ini akan membahas tiga hasil kajian tentang Pengadilan Agama di Indonesia. Kajian ini dilakukan antara lain oleh VVI, PEKKA dan MA RI, serta sebuah kajian disertasi doktoral yang pernah dilakukan di Belanda oleh akademisi Indonesia,” ujar Ward Berenschot didampingi Dewi Novirianti, Project Jurist VVI. Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, mengaku senang dengan akan diadakannya seminar akses ke Pengadilan Agama ini. “Seminar ini match dengan fokus kita tentang justice for all di 2011 nanti. Hasil dari seminar ini saya kira bisa dijadikan rujukan bagaimana seharusnya Peradilan Agama mengefektifkan akses dan pelayanannya kedepan,” kata Dirjen. Dirjen juga menyarankan agar semua stakeholder Peradilan Agama dilibatkan sebagai peserta dalam seminar ini. “Pemda dan Kemendagri sebaiknya diundang juga untuk jadi pembahas dalam seminar ini agar pihak pemerintah tahu apa yang sebenarnya dihadapi masyarakat dalam mengakses Pengadilan Agama,” Dirjen menambahkan yang kemudian diamini Ward. “Seminar ini diharapkan bisa meng-address (memberi solusi atas) hambatan yang dialami masyarakat dalam mengakses Pengadilan Agama,” ungkap Ward, pria keturunan Belanda yang sudah hampir satu tahun ini berdomisili di Indonesia menggawangi VVI. Van Vollenhoven Institute (VVI) di Indonesia bergerak di bidang penelitian yang hasilnya kemudian diajukan sebagai bahan pertimbangan kebijakan pemerintah. VVI bekerja sama dengan Bappenas, UNDP dan Bank Dunia berusaha mensukseskan program akses terhadap keadilan di Indonesia. “Hasil dari seminar ini harus diketahui oleh semua pihak, termasuk pemerintah dan pengguna pengadilan serta berbagai LSM. Sehingga di masa mendatang akses ke PA semakin terbuka lebar,” kata Dirjen menutup pertemuan. (c) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
"Letakkanlah dasar-dasar yang kokoh, tata kerja yang baik, agar penyakit-penyakit atau kelemahan-kelemahan pengadilan yang sudah lama ada tidak hinggap di lingkungan kerja saudara. Menjadilah saudara-saudara pelopor pembaharuan peradilan" Pesan Ketua Mahkamah Agung RI Bagir Manan, saat meresmikan berdirinya Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung, 11 April 2006 |
