
| Beranda |
| Selamat Datang |
| Yurisdiksi PA Tanjungpandan |
| Sejarah Pengadilan Agama Tanjungpandan |
| Visi dan Misi |
| Biodata & Profil Pegawai |
| Galeri Foto |
| Link |
| Buku Tamu |
| Artikel dan Makalah |
| Peraturan Perundang-undangan |
| Pengumuman |
| DIPA |
| Realisasi Anggaran |
| Laporan Keuangan Perkara |
| Panjar Biaya Perkara |
| Informasi Perkara |
| Jadwal Sidang |
| Panggilan Sidang |
| Publikasi Putusan |
| Struktur Organisasi |
| SOP Kepegawaian |
| SOP Keuangan |
| SOP Umum |
| SOP Kepaniteraan |
| Barang Milik Negara |
| Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa |
Publikasi Putusan | Peringatan Maulid Nabi |
|
|
|
| Dimuat Oleh Administrator | |
| Senin, 13 Pebruari 2012 | |
|
SECARA SOSIOLOGIS MASYARAKAT MENGANGGAP APARAT PERADILAN AGAMA TAHU DENGAN PENGETAHUAN AGAMA Tausiah Dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW www.pa-tanjungpandan.go.id ,13/02/2012 Setiap jatuhnya tanggal 12 Rabiul Awal umat Islam selalu merayakan datangnya maulid Nabi Muhammad SAW. demikian itu tidak lain merupakan sebuah warisan budaya atau peradaban Islam yang diperingati secara turun-temurun oleh umatnya. Secara subtansial dapat dikatakan bahwa perayaan maulid nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan ketauladanan Nabi Muhammad SAW. tidak saja dalam tatatan teori namun juga dalam implementasinya. Tepat pada hari Jumat tanggal 10 Februari 2012.M bertepatan dengan tanggal 17 Rabiul Awal 1433.H, segenap warga Pengadilan Tanjungpandan mengadakan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua, Para Hakim, Panitera, Pejabat Fungsional dan Sturuktural, Karyawan dan Karyawati, Tenaga Honorer, dan Dharmmayauktikarini Pengadilan Agama Tanjungpandan serta dihadiri juga oleh Siswa dan Siswi PPL. Pelaksanaan acara dimulai pada pukul 15.15 WIB (Qobla Ashar). Peringantan Maulid didahului dengan pembukaan oleh Pembawa acara: Zulfayenti, S.Ag., M.Ag dengan rangkaian susunan kata-kata pembukaan yang sangat tersusun rapi sehingga memukau hadirin, apalagi saat dilantunkan gema ayat-ayat suci Al Quran suasana terasa khusuk ketika Surat al Azhab dibacakan oleh Qori: Elfid Nurfitra Mubarok, S.HI. ![]() Pada kesempatan Qobla Shalat Ashar disampaikan rangkaian sambut-sambutan yang diawali dengan Laporan Panitia Pelaksana (Ketua Mushallah) PA Tanjungpandan: Al Fitri J Chaniago, S.Ag., SH., M.HI, dalam laporannya beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada pimpinan pengadilan yang telah memfasiltasi dan momotivasi penyelenggaraan acara peringatan maulid, serta mengajak segenap pegawai yang telah dijadwalkan dalam kegiatan Mushallah untuk dapat memenuhi dan mengisi jadwal tersebut dalam rangka pembelajaran karena sesungguhnya secara sosialogis masyarakat menganggap setiap warga Pengadilan Agama tahu dengan hukum-hukum agama sehingga jika berada di tengah-tengah masyarakat tidak ada kata saya tidak tahu dengan hukum itu dan ini. Selanjutnya dirangkai pula dengan kata sambutan dari Wakil Ketua PA Tanjungpandan: Drs.Nasrulloh, SH, dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus Mushallah, dalam sambutannya juga menghimbau agar acara-acara seperti ini selalu digalakkan khususnya setiap Hari-hari Besar Islam, dengan peringatan maulid ini diharapkan rasa ukhwah Islamiyah bisa terjalin dalam suasana keakraban di kantor sebagaimana halnya juga dengan tetangga, masyarakat dan Negara. Dalam kesempatan itu juga beliau mengharapkan agar sifat-sifat kerasulan dapat direalisasikan dalam kehidupan khususnya sebagai aparatur peradilan ketika bekerja dalam memberikan pelayanan public (public service). ![]() Setelah Wakil Ketua selesai menyampaikan sambutannya, acara disechor sejenak untuk melaksanakan shalat Ashar berjamaah, Suara Bilal terdengar pertanda masuknya waktu Ashar, maka azan dikumandangan oleh: Drs. Atiturrahman dan dilanjutkan dengan Ashar berjamaah. Ba’da Ashar akhirnya para jamaah yang hadir langsung mendengarkan tausiah hikmah maulid yang diuraikan oleh Almukaram Alustazd Muhammad Amin Nasution, BA Pengurus MUI Kabupaten Belitung yang bertindak sebagai penceramah yang diundang oleh panitia. Dalam tausiahnya beliau mengawali isi ceramahnya mengutip sambutan panitia tentang secara sosiologis masyarakat beranggapan bahwa setiap warga Pengadilan Agama demikian juga dengan warga Kementerian Agama adalah orang-orang yang dianggap tahu dengan masalah-masalah agama dan bahkan dipundak kita semua yang hadir disini untuk berperan aktif untuk berdakwa dalam masyrakat, apalagi masyarakat Belitung yang boleh dikatakan minim pengetahuan agamanya meskipun disisi lain Belitung adalah daerah yang paling aman dari sudut teritorial, namun boleh dikatakan sangat rawan dengan masalah Aqidah. Selanjutnya beliau juga mengatakan bahwa tidak dapat dipungkiri dalam catatan sepanjang sejarah kehidupan, Nabi Muhammad SAW adalah pemimipin besar yang sangat luar biasa dalam memberikan tauladan agung bagi umatnya. Sehingga kontekstualisasi maulid tidak lagi dipahami dari perspektif ke-Islaman semata, melainkan juga harus dipahami dari berbagai perspektif dan dimensi yang menyangkut segala persoalan dalam kehidupan umat manusia, seperti aspek persoalan penegakkan hukum, politik, sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, maupun agama. ![]() Ketika mengingat sosok Nabi Muhammad SAW. terutama di saat maulid setiap tahun sering diceritakan spektrum tentang latar belakang biografi beliau serta perjalanan hidup dalam memipin umatnya, namun Ustaz Amin tidak akan mengulangi cerita ini. Sangatlah wajar pada hari ini kita rindu dengan sosok Nabi, apalagi ditengah kedangkalan akhlak serta budi pekerti yang merosot saat ini (dekadensi moralitas), merindukan sosok pemimpin sebagaimana sosok bijaksana dari Nabi. Bersamaan dengan itu masyarakat sedang membutuhkan dan mengidamkan sosok pemimpin yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan yang ideal, egaliter, toleran, humanis dan nondiskriminatif. Dipenghujung acara tidak lupa hadirin memanjatkan doa, yang diimami oleh Drs. Husin, dan akhirnya pembawa acara menutup dengan kesimpulan peringatan maulid: ”Meneladani prinsip Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, yaitu jujur / integritas (siddiq), tanggung jawab / akuntabel (amanah), transparan (tabligh), dan bersifat professional (fathonah) merupakan kunci sukses dalam setiap bidang kehidupan dan kepemimpinan”. (By Al Fitri).
|
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 13 Pebruari 2012 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
"Letakkanlah dasar-dasar yang kokoh, tata kerja yang baik, agar penyakit-penyakit atau kelemahan-kelemahan pengadilan yang sudah lama ada tidak hinggap di lingkungan kerja saudara. Menjadilah saudara-saudara pelopor pembaharuan peradilan" Pesan Ketua Mahkamah Agung RI Bagir Manan, saat meresmikan berdirinya Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung, 11 April 2006 |
