
| Beranda |
| Selamat Datang |
| Yurisdiksi PA Tanjungpandan |
| Sejarah Pengadilan Agama Tanjungpandan |
| Visi dan Misi |
| Biodata & Profil Pegawai |
| Galeri Foto |
| Link |
| Buku Tamu |
| Artikel dan Makalah |
| Peraturan Perundang-undangan |
| Pengumuman |
| DIPA |
| Realisasi Anggaran |
| Laporan Keuangan Perkara |
| Panjar Biaya Perkara |
| Informasi Perkara |
| Jadwal Sidang |
| Panggilan Sidang |
| Publikasi Putusan |
| Struktur Organisasi |
| SOP Kepegawaian |
| SOP Keuangan |
| SOP Umum |
| SOP Kepaniteraan |
| Barang Milik Negara |
| Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa |
| Pemikiran Umar bin Al Khatab tentang Fiqh |
|
|
|
| Dimuat Oleh bambang yunono | |
| Kamis, 20 Januari 2011 | |
|
PEMIKIRAN UMAR BIN AL-KHATHAB TENTANG FIQH Oleh AL FITRI JOHAR, S.Ag., S.H., M.H.I A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Sahabat adalah seseorang yang bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. sebagai seorang yang beriman, dan dia hidup serta mati dengan keadaan muslim. Intensitas bertemunya para sahabat dengan Nabi Muhammad SAW. Menjadikan mereka sebagai rujukan dalam mencari jawaban atas persoalan yang muncul setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. selengkapnya klik disini |
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 20 Januari 2011 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
"Letakkanlah dasar-dasar yang kokoh, tata kerja yang baik, agar penyakit-penyakit atau kelemahan-kelemahan pengadilan yang sudah lama ada tidak hinggap di lingkungan kerja saudara. Menjadilah saudara-saudara pelopor pembaharuan peradilan" Pesan Ketua Mahkamah Agung RI Bagir Manan, saat meresmikan berdirinya Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung, 11 April 2006 |
