
| Beranda |
| Selamat Datang |
| Yurisdiksi PA Tanjungpandan |
| Sejarah Pengadilan Agama Tanjungpandan |
| Visi dan Misi |
| Biodata & Profil Pegawai |
| Galeri Foto |
| Link |
| Buku Tamu |
| Artikel dan Makalah |
| Peraturan Perundang-undangan |
| Pengumuman |
| DIPA |
| Realisasi Anggaran |
| Laporan Keuangan Perkara |
| Panjar Biaya Perkara |
| Informasi Perkara |
| Jadwal Sidang |
| Panggilan Sidang |
| Publikasi Putusan |
| Struktur Organisasi |
| SOP Kepegawaian |
| SOP Keuangan |
| SOP Umum |
| SOP Kepaniteraan |
| Barang Milik Negara |
| Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa |
| Ketua MARI Diundang IACA di Istanbul |
|
|
|
| Dimuat Oleh Administrator | |
| Senin, 03 Agustus 2009 | |
Ketua MARI Diundang IACA pada Konferensi Internasional di Istanbul, November 2009Richard Foster, Wakil Presiden IACA untuk Asia Selatan dan Australia ketika melakukan kunjungan kehormatan kepada Ketua MA-RI di ruang kerjanya, Jumat (31/7) pagi. Jakarta, Badilag.net (31/07) Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, DR. Harifin A. Tumpa, SH, MH, menerima undangan untuk menghadiri, sekaligus memberikan presentasi pada Konferensi ke4 International Association for Court Administration (IACA) yang akan diselenggarakan di Istanbul Turki, November yang akan datang. Undangan ini disampaikan langsung oleh Wakil Presiden IACA untuk wilayah Asia Selatan dan Australia, Richard Foster, di ruang kerja Ketua MA-RI, tadi pagi. Richard yang sehari-harinya sebagai Chief Executive Officer pada Family Court of Australia (FCoA), mengatakan bahwa undangan ini disampaikan mengingat banyak kemajuan yang telah dicapai oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia, terutama dalam hal transparansi dan reformasi peradilan. “Itulah sebabnya kami mohon Ketua MA-RI untuk memberikan presentasi pada konferensi IACA mengenai transparansi dan sistem peradilan di Indonesia”, ungkap Richard. Mahkamah Agung RI Diminta Sebagai Tuan Rumah Pertemuan Berikutnya Tahun Depan. Lebih jauh dari itu, Richard Foster yang didampingi advisernya, Leisha Lister, dan koleganya dari IALDF, Prof Tim Lindsey dan Cate Sumner, minta MA-RI untuk menjadi tuan rumah pertemuan IACA berikutnya tahun depan. Pertemuan tahun depan, yang merupakan pertemuan regional IACA, diharapkan dapat dilaksanakan sekitar bulan Oktober 2010, setelah Idul Fitri dan juga setelah dilaksanakannya Rapat Kerja Tahunan Mahkamah Agung dan pengadilan-pengadilan di bawahnya. Ketua MA-RI, tengah, berfoto bersama saat kunjungan kehormatan dari Wakil Presiden IACA. Dari kiri: Wahyu Widiana (Dirjen Badilag), Leisha Lister (FCoA), Cate Sumner (IALDF), Ketua MA-RI, Richard Foster (IACA), Simon (Profesional), Prof. Tim Lindsey (IALDF). Respon Ketua Mahkamah Agung RI. Ketua MA-RI menyambut baik undangan dan permohonan pihak IACA tersebut. “Saya setuju, MA-RI hadir pada Konferensi Internasional di Istambul November tahun ini”, ungkap Harifin, sembari menambahkan bahwa ia sendiri berharap dapat menghadirinya. “Namun jika ada halangan yang tidak dapat dihindari, saya akan mewakilkan”, tambahnya. Mengenai permohonan agar MA-RI menjadi tuan rumah pertemuan IACA tahun depan, Harifin juga menyambut baik. “Kami harus membicarakannya terlebih dahulu dengan unsur pimpinan Mahkamah Agung lainnya”, tegasnya. Harifin juga langsung minta Wahyu Widiana, Dirjen Badilag, yang ikut hadir dalam pertemuan tadi, agar mengumpulkan bahan informasi yang lebih detail tentang rencana pertemuan IACA tahun depan, untuk dibahas pada pertemuan pimpinan Mahkamah Agung. Richard Foster dan rombongan nampak puas dengan sambutan Ketua MA-RI, sambil berjanji dalam waktu singkat akan mengirimkan informasi detail mengenai pertemuan IACA tahun depan itu. Jeffrey A Apperson, Executive Vice President of IACA, (paling kanan, berdasi merah) menjadi fasilitator Short Course para hakim dan pejabat MA-RI di USA, Februari lalu, yang dipimpin oleh Tuada Perdata, Atja Sondjaja, SH (duduk di tengah). Gambar diambil di ruang sidang Federal Court, Washington DC. Sekilas Tentang IACA. Richard Foster menjelaskan bahwa IACA adalah sebuah asosiasi tingkat dunia dari para pengelola pengadilan (court administrators), yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 2004. Tujuan asosiasi ini antara lain untuk meningkatkan profesionalitas para pengelola pengadilan di seluruh dunia dalam memberikan pelayanannya kepada publik. Oleh karena itu, kegiatannyapun banyak berupa konferensi, seminar, reset, menyeponsori program-program pelatihan bertaraf internasional, penerbitan jurnal peradilan dan website, dan sejenisnya. Konferensi Internasional yang pernah dilakukan adalah di Ljubljana, Slovenia (2004), Verona, Itali (2006), Dublin, Irlandia (2008), dan rencana di Istanbul, Turki (2009). Kepengurusan IACA terdiri dari Executive Board, Advisory Council, dan Advisory Board.Executive Board terdiri dari Presiden, yaitu Markus B Zimmer ( \n Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya ), Eksekutif Wakil Presiden, yaitu Jeffrey A Apperson ( \n Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya ) dan jabatan-jabatan lainnya. Short Course yang diikuti oleh para hakim dan pejabat MA-RI awal tahun ini di Washington DC dan Maryland, banyak dibantu dan dipandu oleh anggota IACA, seperti Jeffrey A Apperson dan Ralph DeLoach, yang sering memberikan pelatihan administrasi pada hakim-hakim dan pejabat pengadilan-pengadilan di Indonesia. Di IACA, Ralph ditunjuk sebagai Wakil Presiden Emeritus. Untuk mempermudah pengkoordinasian kegiatan, IACA menunjuk Wakil-wakil Presidennya yang mempunyai tanggung jawab berdasarkan regional. Mereka ini sebagai anggota Advisory Board. Regional yang sudah ada Wakil Presidennya adalah Asia Tengah/India, Asia Selatan & Australia, Timur Tengah, Eropa/Slovenia, Amerika Utara/Kanada, Afrika, dan Amerika Tengah/Selatan. Di samping itu ada pula Wakil Presiden untuk asosiasi internasional. Jika anda ingin tahu lebih dalam lagi tentang IACA, silahkan kunjungi www.iaca.ws. Sedangkan alamat IACA adalah “IACA – 106 Gene Snyder U.S. Courthouse, 601 West Broadway, Louisville, KY 40202 USA”. (Adli Minfadli Robby). |
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 12 Agustus 2009 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
"Letakkanlah dasar-dasar yang kokoh, tata kerja yang baik, agar penyakit-penyakit atau kelemahan-kelemahan pengadilan yang sudah lama ada tidak hinggap di lingkungan kerja saudara. Menjadilah saudara-saudara pelopor pembaharuan peradilan" Pesan Ketua Mahkamah Agung RI Bagir Manan, saat meresmikan berdirinya Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung, 11 April 2006 |
