DRS. NASRULLOH, S.H.

           WAKIL KETUA

Alih Bahasa

English Arabic Dutch Indonesian

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi

Standard Operation Procedure (SOP)

SOP Kepegawaian
SOP Keuangan
SOP Umum
SOP Kepaniteraan

Daftar Aset Pengadilan

Barang Milik Negara

Pengadaan Barang dan Jasa

Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa

PENGADILAN AGAMA

     PTA BABEL
     PA PANGKALPINANG
     PA SUNGAILIAT

Form Login






Kata Sandi hilang?

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini92
mod_vvisit_counterKemarin177
mod_vvisit_counterMinggu ini1201
mod_vvisit_counterBulan ini1678
mod_vvisit_counterTotal93516

Pengunjung Online

Saat ini ada 2 tamu online

Portal Berita

Sindikasi

Anda disini:  Beranda

Kasubdit Mutasi Panitera dan Jurusita Purnabhakti PDF Cetak E-mail
Dimuat Oleh SU 70 KO   
Rabu, 01 September 2010

Kasubdit Mutasi Panitera dan Jurusita Purnabhakti


Image
H. Dimyati Rusli, SH menyampaikan sambutan menjelang masa purnabhakti. Dia dikenang sebagai pejabat yang disiplin, bertanggung jawab dan layak diteladani.

Jakarta l badilag.net

Setelah mengabdi selama lebih dari 29 tahun, akhirnya H. Dimyati Rusli, SH menjalani masa purnabhakti. Terhitung sejak 1 September 2010, Kasubdit Mutasi Panitera dan Jurusita pada Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama ini memasuki usia pensiun.

“Pak Dimyati purnabhakti dengan husnul khotimah. Tidak ada cacat selama menjalankan tugas. Ini harus menjadi tauladan buat kita semua,” ujar Direktur Pembinaan Tenaga Teknis, Drs. H. Zuffran Sabrie, MH.

Testimoni tersebut disampaikan pada acara buka bersama sekaligus pelepasan Dimyati Rusli, di Gedung Badilag, Selasa (31/8). Acara ini diikuti para pejabat eselon III, eselon IV dan pegawai Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis.

Pak Dim—demikian Dimyati Rusli biasa disapa—mulai menjadi abdi negara pada tahun Maret 1981. Saat itu, dia bertugas di Direktorat Pembinaan Peradilan Agama di Departemen Agama. Karirnya terus meningkat hingga akhirnya menduduki jabatan eselon III saat Direktorat Pembinaan Peradilan Agama berpindah ke Mahkamah Agung dan berganti menjadi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama.

Zuffran Sabrie menyatakan terima kasihnya atas pengabdian yang telah diberikan Pak Dim. Dalam penilaiannya, Pak Dim adalah sosok pejabat yang sangat disiplin. Hal ini bisa dilihat dari kedatangannya ke kantor. “Tiap pagi, Pak Dim hampir selalu datang lebih dulu daripada saya,” ujarnya.

Pak Dim juga merupakan sosok yang sangat bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya. Sebagai contoh, saat terjadi peralihan peradilan agama dari Depag ke MA pada 2004, Pak Dim harus mengurus mutasi lebih dari 10.000 panitera dan jurusita.

“Tugas itu diselesaikannya dengan baik, tanpa ada satupun yang tercecer,” tandas Zuffran. Menurutnya, hal ini merupakan prestasi yang layak dibanggakan karena mengurus mutasi dan promosi panitera dan jurusita bukan pekerjaan gampang. Berbeda dengan mutasi dan promosi hakim yang pedomannya sudah jelas, bisa dikatakan saat itu tidak ada pedoman yang jelas untuk mutasi dan promosi panitera dan jurusita.

Kasubdit Mutasi Hakim, Sunarto, SH, MH, punya penilaian lain lagi. Menurutnya, Pak Dim adalah pejabat yang tahu banyak hal dan selalu bersedia memberikan masukan dan arahan. “Karena sebelumnya saya seorang hakim dan belum lama di Badilag, saya sering bertanya banyak hal kepada beliau. Pak Dim sangat membantu saya,” ungkapnya.

Pak Dim juga dikenal sebagai pribadi yang santun. Hal ini dinyatakan Kasubdit Pengembangan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Arjuna, SH, MM. “Selama bergaul dan bekerja bersama Pak Dim, saya belum pernah melihat Pak Dim marah,” tuturnya.

Image

Pak Dim mendapat ucapan selamat dan cinderamata dari Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Drs. H. Zuffran Sabrie, MH.

Kesan yang kurang lebih sama disampaikan Kasubdit Data dan Evaluasi, Durminto, S. Kom, MH. Menurutnya, Pak Dim adalah pejabat yang banyak memberinya masukan pada saat dirinya menduduki jabatan baru setelah sebelumnya berada di Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama.

Sementara itu, Joko Wiranta, SH, MH, mengaku sangat kehilangan atas purnabhatktinya Pak Dim. Bagi Kasi Tata Naskah ini, Pak Dim sudah seperti orang tua sendiri. Belasan tahun lamanya, keduanya bekerja bersama-sama sebagai atasan dan bawahan.

“Mewakili rekan-rekan Subdit Mutasi Panitera dan Jurusita, saat ini kami merasa sedih dan kehilangan karena orang tua kami akan segera purnabhakti. Ibarat kapal, Subdit II kehilangan nahkodanya,” tutur Joko Wiranto, dengan mata berkaca-kaca.

Dia melanjutkan, “Kami mengucapkan selamat menjalani masa purnabhakti. Semoga dapat mengabdi di tengah-tengah masyarakat. Kami berdoa agar Pak Dim sehat, panjang umur dan senantiasa dilimpahi nikmat dan karunai Allah SWT.”

Tak terasa

Rentang waktu antara 1981 hingga 2010 ternyata tidak terlalu panjang buat Pak Dim. “29 tahun 6 bulan itu terasa singkat sekali,” ujar pejabat kelahiran Kerinci, Jambi, ini.

Dia bercerita bagaimana susahnya menjadi pegawai pada awal 1980-an. Karena kecilnya gaji, biasanya pada tanggal-tanggal tua dia kehabisan ongkos sehingga terpaksa tidak masuk kerja. Dia bersyukur, kondisi pegawai sekarang jauh berubah. “Itu rahmat Allah yang tidak boleh diingkari,” tandasnya.

Secara tulus, Pak Dim menyampaikan terima kasihnya kepada Direktur Pembinaan Tenaga Teknis yang telah memberikan bimbingan mengenai banyak hal. Pak Dim mengaku sangat terkesan atas etos kerja yang ditularkan pimpinannya tersebut.

Kepada para karyawan-karyawati yang lebih muda, Pak Dim berpesan agar mereka bekerja dengan sungguh-sungguh. Waktu harus dipakai sebaik-baiknya. “Mengabdi itu harus ikhlas betul,” ucapnya.

Pak Dim juga meminta agar pimpinan dan rekan-rekan kerjanya bersedia memaafkan kesalahan dan kekhilafannya selama bergaul dan bekerja bersama-sama.

Sebelum menutup sambutannya, Pak Dim melontarkan pantun. “Berdayung sampai di danau Kerinci, itulah nelayan mencari ikan. Berhubung saya sudah purnabhakti, kalau ketemu di jalan jangan dilupakan.”

(hermansyah)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

      

            A. WAHAB, B.A.

    PANITERA / SEKRETARIS

Jam Sistem

INTERAKTIF

link MA

link Putusan MA

link Putusan Peradilan Agama

link Pembaruan MA

link BADILAG

Kata Kata Mutiara

"Letakkanlah dasar-dasar yang kokoh, tata kerja yang baik, agar penyakit-penyakit atau kelemahan-kelemahan pengadilan yang sudah lama ada tidak hinggap di lingkungan kerja saudara. Menjadilah saudara-saudara pelopor pembaharuan peradilan"

Pesan Ketua Mahkamah Agung RI Bagir Manan, saat meresmikan berdirinya Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung, 11 April 2006
 

Foto Kegiatan

7.jpg