
| Beranda |
| Selamat Datang |
| Yurisdiksi PA Tanjungpandan |
| Sejarah Pengadilan Agama Tanjungpandan |
| Visi dan Misi |
| Biodata & Profil Pegawai |
| Galeri Foto |
| Link |
| Buku Tamu |
| Artikel dan Makalah |
| Peraturan Perundang-undangan |
| Pengumuman |
| DIPA |
| Realisasi Anggaran |
| Laporan Keuangan Perkara |
| Panjar Biaya Perkara |
| Informasi Perkara |
| Jadwal Sidang |
| Panggilan Sidang |
| Publikasi Putusan |
| Struktur Organisasi |
| SOP Kepegawaian |
| SOP Keuangan |
| SOP Umum |
| SOP Kepaniteraan |
| Barang Milik Negara |
| Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa |
| Dinamika Sejarah Kekuasaan Kehakiman pada Peradilan Agama di Indonesia |
|
|
|
| Dimuat Oleh bambang yunono | |
| Kamis, 20 Januari 2011 | |
|
DINAMIKA SEJARAH KEKUASAAN KEHAKIMAN PADA PERADILAN AGAMA DI INDONESIA Oleh: AL FITRI JOHAR, S.Ag., S.H., M.H.I1 A. PENDAHULUAN Secara jujur harus diakui bahwa sejarah Badan Peradilan Agama di Indonesia sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman2 telah cukup memakan waktu yang sangat panjang, sepanjang agama Islam itu sendiri eksis di Indonesia. Dikatakan demikian, karena memang Islam adalah merupakan agama hukum dalam arti kata; sebuah aturan yang mengatur manusia dengan Tuhan Allah Yang Maha Esa (habluminallah) yang sepenuhnya dapat dilaksanakan oleh pemeluk agama Islam secara pribadi (person), juga mengandung kaidah-kaidah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain (habluminannas) dan berada dalam kehidupan masyarakat yang memerlukan bantuan penyelanggara negara untuk melaksanakannya secara paripurna. Selengkapnya klik disini |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
"Letakkanlah dasar-dasar yang kokoh, tata kerja yang baik, agar penyakit-penyakit atau kelemahan-kelemahan pengadilan yang sudah lama ada tidak hinggap di lingkungan kerja saudara. Menjadilah saudara-saudara pelopor pembaharuan peradilan" Pesan Ketua Mahkamah Agung RI Bagir Manan, saat meresmikan berdirinya Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung, 11 April 2006 |
